INTEGRASI TEOLOGI KRISTEN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK
Keywords:
teologi Kristen, pendidikan karakter, Pendidikan Agama Kristen, era digitalAbstract
Pendidikan pada hakikatnya tidak hanya bertujuan mengembangkan kemampuan intelektual peserta didik, tetapi juga membentuk karakter, moralitas, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial. Tantangan tersebut semakin kompleks dalam konteks era digital karena peserta didik berhadapan dengan arus informasi yang cepat, perubahan pola komunikasi, budaya instan, serta beragam nilai yang tidak selalu sejalan dengan iman Kristen. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi teologi Kristen dalam pembentukan karakter peserta didik, mengidentifikasi nilai-nilai teologis yang relevan, serta merumuskan implikasinya bagi pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen. Penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif dan analisis isi. Literatur ditelusuri melalui Google Scholar, GARUDA, dan laman jurnal ilmiah dengan kata kunci “teologi Kristen,” “Pendidikan Agama Kristen,” “pendidikan karakter,” “karakter peserta didik,” “era digital,” dan “etika digital.” Literatur dipilih berdasarkan relevansi tema, kredibilitas penerbit, ketersediaan metadata yang dapat diverifikasi, dan keterkaitan langsung dengan fokus penelitian. Hasil sintesis menunjukkan bahwa integrasi teologi Kristen tidak cukup dilakukan dengan menambahkan materi keagamaan ke dalam pembelajaran, tetapi perlu menghubungkan iman, pengetahuan, kebiasaan, relasi, dan tindakan nyata. Nilai kasih, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerendahan hati, pengampunan, dan penguasaan diri menjadi dasar penting bagi pembentukan karakter. Guru Pendidikan Agama Kristen memiliki posisi strategis sebagai pengajar, pembimbing, dan teladan, sedangkan keluarga, gereja, dan sekolah perlu membangun ekosistem pembentukan karakter yang konsisten. Temuan penelitian ini menegaskan perlunya model Pendidikan Agama Kristen yang teologis, kontekstual, dialogis, dan transformatif sehingga peserta didik mampu hidup sebagai pribadi yang berkarakter Kristiani sekaligus bijaksana dalam menggunakan teknologi digital.


