MENGAPA ADA ALKITAB PROTESTAN DAN KATOLIK?
Keywords:
kanon Alkitab; Protestan; Katolik; Deuterokanonika; Apokrifa; SeptuagintaAbstract
Perbedaan jumlah kitab dalam Alkitab Protestan dan Katolik sering menimbulkan pertanyaan di kalangan umat Kristen. Perbedaan tersebut terutama berkaitan dengan penerimaan kanon Perjanjian Lama, khususnya kitab-kitab yang disebut Deuterokanonika dalam tradisi Katolik dan Apokrifa dalam tradisi Protestan. Artikel ini bertujuan menjelaskan latar belakang historis dan teologis munculnya perbedaan kanon antara kedua tradisi tersebut serta relevansinya bagi gereja masa kini. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap literatur tentang kanon Alkitab, Septuaginta, Deuterokanonika/Apokrifa, sejarah gereja, dan dokumen resmi gerejawi. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan kanon merupakan hasil dari proses sejarah penerimaan teks yang panjang dan kompleks, serta berkaitan dengan perbedaan pemahaman mengenai otoritas Kitab Suci, tradisi, dan gereja. Perbedaan tersebut perlu dipahami secara historis dan teologis agar tidak berkembang menjadi prasangka antartradisi Kristen. Dengan demikian, pemahaman yang tepat terhadap sejarah kanon dapat mendukung pendidikan teologi, dialog, dan sikap saling menghargai antara umat Protestan dan Katolik.

