https://journal.sttrem.ac.id/index.php/jtr/issue/feed Jurnal Teologi Rahmat 2026-09-17T10:26:52+00:00 Dr. Hasan Nadir Giawa., M.Pd giawanadir86@gmail.com Open Journal Systems <p><strong><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal Teologi Rahmat</span></strong><span style="vertical-align: inherit;"> adalah wadah untuk mempublikasikan hasil penelitian di bidang teologi secara online dan cetak, dengan nomor ISSN 2685-0842 (online) dan 2088-9941 (print), yang diterbitkan dan dikelola oleh Program Studi Magister Teologi Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel, Jakarta . Fokus dan Ruang Lingkup penelitian Jurnal Teologi Rahmat adalah:</span></p> <ol> <li><span style="vertical-align: inherit;">Teologi Alkitabiah </span></li> <li><span style="vertical-align: inherit;">Teologi Sistematik</span></li> <li><span style="vertical-align: inherit;">Teologi Praktik</span></li> </ol> <p><strong><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal Teologi Rahmat </span></strong><span style="vertical-align: inherit;"> menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh </span><em><span style="vertical-align: inherit;">reviewer</span></em><span style="vertical-align: inherit;"> yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.</span></p> <p><strong><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal Teologi Rahmat </span></strong><span style="vertical-align: inherit;"> terbit dua kali dalam satu tahun, Juni dan Desember, serta telah di indeks pada:</span></p> <ol> <li><span style="vertical-align: inherit;">google scholar</span></li> <li><span style="vertical-align: inherit;">Portal Garuda</span></li> </ol> https://journal.sttrem.ac.id/index.php/jtr/article/view/254 KAJIAN TEOLOGIS TERHADAP KETIDAKSALAHAN KITAB SUCI: INSPIRASI, OTORITAS, INERRANCY, INFALLIBILITY, DAN HERMENEUTIKA KONTEMPORER 2026-09-17T07:30:23+00:00 Neni Djunaedi nenidj1308@gmail.com Yusnidar Telaumbanua nenidj1308@gmail.com Lenny Helena Sacharissa Chendralisan nenidj1308@gmail.com <p>Perdebatan mengenai apakah Alkitab dapat mengandung kesalahan merupakan salah satu persoalan penting dalam teologi Kristen kontemporer karena berkaitan langsung dengan otoritas Kitab Suci, keandalan kesaksian iman, dan praktik penafsiran gereja. Artikel ini merevisi dan memperluas kajian sebelumnya dengan menempatkan doktrin ketidaksalahan Kitab Suci dalam hubungan yang lebih sistematis antara inspirasi, otoritas, inerrancy, infallibility, kritik historis, kritik tekstual, dan hermeneutika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Sumber utama penelitian adalah Kitab Suci, sedangkan sumber sekunder meliputi buku teologi dan hermeneutika serta artikel akademik mutakhir dalam rentang 2016–2022. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dan teologis-kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa persoalan “kesalahan Alkitab” tidak dapat dijawab hanya dengan menunjuk adanya perbedaan angka, urutan peristiwa, atau variasi narasi. Pertanyaan tersebut harus terlebih dahulu menjelaskan apa yang dimaksud dengan teks Alkitab, apa yang dimaksud dengan kebenaran, dan apa tujuan pewahyuan. Doktrin inerrancy menegaskan keandalan Kitab Suci dalam apa yang dinyatakannya, sedangkan infallibility menekankan bahwa Kitab Suci tidak gagal dalam maksud ilahinya, khususnya dalam menyatakan kebenaran iman dan keselamatan. Di sisi lain, hermeneutika yang bertanggung jawab menuntut perhatian pada konteks historis, genre, bahasa, konteks literer, dan tujuan teologis teks. Karena itu, ketidaksalahan Kitab Suci tidak boleh dipertahankan melalui penafsiran yang memaksakan harmonisasi, tetapi melalui pembacaan yang serius terhadap teks sebagaimana adanya. Artikel ini menawarkan kerangka integratif bahwa otoritas Kitab Suci dan tanggung jawab hermeneutis bukan dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi Rahmat https://journal.sttrem.ac.id/index.php/jtr/article/view/255 METODE-METODE ILMIAH DALAM SEJARAH TAFSIR ALKITAB 2026-09-17T07:39:44+00:00 Ohahauni Buulolo onesbuulolo14@gmail.com <p>Artikel ini mengkaji perkembangan metode interpretasi Alkitab dari praktik penafsiran pra-modern sampai pendekatan ilmiah dan hermeneutika kontemporer. Kajian ini berangkat dari kenyataan bahwa penafsiran Alkitab tidak pernah berlangsung dalam ruang hampa. Setiap periode sejarah membawa pertanyaan, asumsi filosofis, kebutuhan komunitas, dan perkembangan keilmuan yang memengaruhi cara teks dibaca. Dengan menggunakan studi pustaka historis-analitis, artikel ini menelusuri beberapa tonggak penting, yaitu tradisi penafsiran Yahudi, eksegesis Kristen awal, sekolah Aleksandria dan Antiokhia, hermeneutika abad pertengahan, Reformasi, kebangkitan kritik historis pada era modern, serta perkembangan pendekatan sastra, sosial, reader-response, kontekstual, dan interpretasi teologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa tidak ada satu metode yang secara otomatis menyelesaikan seluruh persoalan interpretasi. Metode historis-kritis memberikan kontribusi penting dalam menempatkan teks pada konteks sejarah dan proses transmisinya, sedangkan pendekatan sastra membantu pembaca memperhatikan bentuk final, narasi, genre, dan strategi komunikasi teks. Hermeneutika teologis kemudian mengingatkan bahwa bagi komunitas iman, Alkitab tidak hanya merupakan objek penelitian akademik, tetapi juga Kitab Suci yang dibaca dalam relasi dengan iman, gereja, dan kehidupan. Karena itu, metode ilmiah yang bertanggung jawab perlu menggabungkan ketelitian historis, analisis literer, kesadaran terhadap posisi pembaca, dan kepekaan teologis tanpa mencampuradukkan fungsi masing-masing pendekatan. Artikel ini menawarkan kerangka integratif yang menempatkan sejarah, sastra, konteks, dan teologi sebagai unsur yang saling melengkapi dalam penafsiran Alkitab kontemporer.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi Rahmat https://journal.sttrem.ac.id/index.php/jtr/article/view/256 EFEKTIVITAS BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA: PENDEKATAN PSIKOLOGIS, PASTORAL, DAN KOLABORATIF 2026-09-17T07:44:54+00:00 Yusnidar Telaumbanua yusnidartel6@gmail.com Johanes MJ Budianto yusnidartel6@gmail.com <p>Kenakalan remaja merupakan persoalan perkembangan yang bersifat multidimensional karena berkaitan dengan faktor individual, keluarga, teman sebaya, sekolah, dan lingkungan sosial. Artikel ini bertujuan menganalisis efektivitas bimbingan dan konseling dalam mengatasi kenakalan remaja dengan mengintegrasikan perspektif psikologi perkembangan, konseling sekolah, dan konseling pastoral Kristen. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah literatur ilmiah mutakhir, termasuk systematic review, meta-analysis, artikel jurnal, buku akademik, dan dokumen lembaga internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi konseling tidak tepat dipahami hanya sebagai sarana menghentikan perilaku menyimpang, tetapi sebagai proses yang membantu remaja mengembangkan regulasi diri, kesadaran moral, keterampilan sosial, identitas yang lebih sehat, serta relasi yang suportif. Bukti penelitian menunjukkan bahwa intervensi individual di lingkungan sekolah dapat membantu masalah perilaku dan gangguan yang berkaitan dengan conduct, sedangkan konseling kelompok dan social-emotional learning berpotensi meningkatkan keterampilan sosial serta menurunkan masalah perilaku. Pada saat yang sama, faktor keluarga dan teman sebaya merupakan determinan penting sehingga efektivitas konseling meningkat ketika sekolah, keluarga, dan komunitas bekerja secara terpadu. Dalam konteks Kristen, dimensi pastoral dan spiritual dapat memperkaya proses konseling melalui pendampingan relasional, pembentukan karakter, dan pengembangan iman, tetapi integrasi tersebut perlu dilakukan secara etis, kompeten, dan tidak menggantikan intervensi klinis ketika dibutuhkan. Artikel ini mengusulkan model konseling remaja yang holistik, bertahap, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi Rahmat https://journal.sttrem.ac.id/index.php/jtr/article/view/257 PERAN PEMIMPIN: KAJIAN TEOLOGIS BERDASARKAN 2 SAMUEL 10:1-19 2026-09-17T07:49:19+00:00 Ferdinand Iskandar ferdiskandar@gmail.com <p>Penelitian ini mengkaji peran kepemimpinan Raja Daud dalam menghadapi krisis diplomatik dan eskalasi konflik militer sebagaimana dinarasikan dalam 2 Samuel 10:1-19. Perikop ini memperlihatkan perubahan situasi dari tindakan belasungkawa yang dimaksudkan untuk memelihara hubungan baik menjadi konflik terbuka akibat kecurigaan dan penghinaan terhadap para utusan Israel. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis teologis-hermeneutis terhadap teks. Analisis diarahkan pada konteks naratif, tindakan para tokoh, dinamika konflik, serta prinsip kepemimpinan yang muncul dari respons Daud. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan Daud dalam perikop ini ditandai oleh empat karakter penting, yaitu kemampuan menahan respons impulsif, perhatian terhadap martabat orang yang dipimpinnya, keberanian mengambil keputusan ketika ancaman berkembang menjadi konflik terbuka, serta kemampuan mengorganisasi sumber daya melalui delegasi dan strategi. Narasi juga menunjukkan bahwa tindakan pemimpin tidak dapat dilepaskan dari relasi antara keputusan politik, tanggung jawab moral, dan keyakinan akan penyertaan Allah. Karena itu, 2 Samuel 10:1-19 dapat dibaca sebagai refleksi teologis mengenai kepemimpinan yang tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga mempertimbangkan kehormatan, tanggung jawab, ketertiban, dan kesejahteraan komunitas. Prinsip-prinsip tersebut relevan bagi kepemimpinan Kristen masa kini, terutama dalam menghadapi provokasi, konflik internal maupun eksternal, dan kebutuhan untuk mengambil keputusan secara bijaksana.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi Rahmat https://journal.sttrem.ac.id/index.php/jtr/article/view/258 KONSELING LANSIA: PENDEKATAN HOLISTIK DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOSOSIAL 2026-09-17T07:53:40+00:00 Christian Siregar siregar.bahap@gmail.com John Virgil Milla siregar.bahap@gmail.com <p>Konseling lansia merupakan intervensi psikososial penting dalam membantu individu lanjut usia menghadapi perubahan kehidupan terkait penuaan, seperti penurunan fungsi fisik, perubahan peran sosial, kehilangan, kesepian, serta persoalan psikologis berupa depresi dan kecemasan. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep, pendekatan, teknik, efektivitas, serta tantangan konseling lansia melalui pendekatan holistik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan kualitatif dengan menelaah buku, artikel ilmiah, systematic review, dan dokumen kelembagaan yang relevan dengan konseling dan kesehatan mental lansia. Kajian memusatkan perhatian pada Cognitive Behavioral Therapy (CBT), reminiscence therapy, dukungan sosial, life mapping, pelatihan keterampilan sosial, mindfulness, serta prinsip pelayanan yang berpusat pada individu. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi psikologis dapat membantu menurunkan gejala depresi dan memperkuat kesejahteraan psikososial, tetapi efektivitasnya perlu dipahami secara proporsional karena kualitas bukti berbeda menurut jenis intervensi, konteks layanan, dan karakteristik lansia. Konseling yang efektif karena itu perlu bersifat adaptif, berorientasi pada martabat, memperhatikan relasi sosial, dan terintegrasi dengan kebutuhan kesehatan serta dukungan keluarga dan komunitas. Dengan pendekatan demikian, lansia dipandang bukan sekadar penerima perawatan, tetapi sebagai pribadi yang tetap memiliki nilai, pengalaman, pilihan, dan kapasitas untuk menjalani kehidupan yang bermakna.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi Rahmat https://journal.sttrem.ac.id/index.php/jtr/article/view/259 METODE PEMBELAJARAN BERDASARKAN ULANGAN 6:6–9 DAN IMPLEMENTASINYA DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN KRISTEN UNTUK MENGATASI MASALAH PERILAKU ANAK DI SMP KRISTEN HARAPAN BAGI BANGSA CILINCING, JAKARTA UTARA 2026-09-17T07:58:23+00:00 Martha Yadano giawanadir86@gmail.com Hasan Nadir Giawa giawanadir86@gmail.com John Virgil Milla giawanadir86@gmail.com <p>Pendidikan Kristen tidak hanya berorientasi pada pengembangan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kehidupan spiritual dan karakter peserta didik. Ulangan 6:6–9 memberikan kerangka penting mengenai pengajaran iman yang dilakukan secara konsisten, berulang, dan terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pembelajaran berdasarkan Ulangan 6:6–9 serta implementasinya dalam kurikulum Pendidikan Kristen untuk mengatasi masalah perilaku peserta didik di SMP Kristen Harapan Bagi Bangsa Cilincing, Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan lima informan yang terlibat dalam konteks pembelajaran di sekolah. Analisis data dilakukan melalui pengorganisasian data, identifikasi pola dan tema, serta interpretasi sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip Ulangan 6:6–9 telah diimplementasikan melalui pengajaran berulang, penggunaan simbol dan media pendukung, pembelajaran tertulis, serta pengintegrasian nilai-nilai firman Tuhan dalam proses pembelajaran. Pengajaran yang konsisten membantu peserta didik mengingat dan menerapkan nilai-nilai iman, meskipun efektivitasnya dipengaruhi oleh kreativitas guru dan kondisi peserta didik. Penelitian juga menunjukkan bahwa perilaku peserta didik dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, sekolah, dan sosial. Oleh karena itu, implementasi Ulangan 6:6–9 perlu dilakukan secara konsisten melalui keteladanan guru, pengulangan materi, penggunaan media yang relevan, serta kerja sama antara sekolah dan keluarga. Temuan ini menegaskan bahwa Pendidikan Kristen akan lebih efektif dalam pembentukan karakter apabila pengajaran firman Tuhan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi Rahmat https://journal.sttrem.ac.id/index.php/jtr/article/view/270 REKONSILIASI KOSMIS: ANALISIS EKSEGETIS-TEOLOGIS TERHADAP FRASA ΠΑΣΗ ΤΗ ΚΤΙΣΕΙ DALAM MARKUS 16:15 DAN IMPLIKASINYA BAGI EKOTEOLOGI KONTEMPORER 2026-09-17T10:01:26+00:00 Ellyazer Pada ellyazer.pada@sttrem.ac.id <p>Rekonsiliasi kosmis merupakan salah satu perspektif penting dalam memahami hubungan antara karya keselamatan Kristus dan seluruh ciptaan. Artikel ini menganalisis secara eksegetis-teologis frasa Yunani <em>pasē tē ktisei</em> (πάσῃ τῇ κτίσει) dalam Markus 16:15 dan implikasinya bagi ekoteologi kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis eksegetis terhadap teks Markus 16:15, serta menghubungkannya dengan Kejadian 2:15, Roma 8:19–22, Kolose 1:15–23, dan Wahyu 21. Hasil analisis menunjukkan bahwa istilah <em>ktisis</em> memiliki cakupan makna yang luas dan dalam konteks Markus 16:15 menunjuk pada keseluruhan ciptaan. Pemahaman ini memperlihatkan bahwa pemberitaan Injil memiliki dimensi kosmis yang tidak terbatas pada keselamatan manusia, tetapi juga berkaitan dengan pemulihan relasi manusia dengan seluruh ciptaan. Kajian ini juga menunjukkan adanya kesinambungan antara mandat manusia untuk mengusahakan dan memelihara ciptaan dalam Kejadian 2:15 dengan panggilan gereja untuk menghadirkan rekonsiliasi melalui Injil. Perspektif ini diperkuat melalui dialog dengan tradisi Katolik dan Reformed serta pemahaman eskatologis mengenai pembaruan kosmis. Dengan demikian, ekoteologi dapat menjadi landasan bagi gereja untuk mewujudkan pemberitaan Injil melalui tanggung jawab ekologis dan pengembangan praktik <em>Eco-Church</em> dalam konteks Indonesia.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi Rahmat https://journal.sttrem.ac.id/index.php/jtr/article/view/271 MEMAHAMI PANDANGAN KARL BARTH TENTANG AGAMA 2026-09-17T10:26:52+00:00 Kosmartua Situmorang President1973@gmail.com <p>Agama merupakan bagian yang terpisahkan dalam kehidupan manusia yang berbudaya. Banyak pemikiran-pemikiran yang ingin memberikan pemakhnaan terkait akan hal ini, termasuk juga Karl Barth. Dalam bukunya “The revelation of God as The Abolition of Religion”, Karl Barth merumuskan pemikiran-pemikirannya tentang agama. Artikel ini membedah pemikiran-pemikiran Karll Barth tentang agama. Metode yang akan digunakan adalah dengan penelusuran literatur sumber primer yaitu tulisan-tulisan Karl Barth dan juga penulis-penulis yang meninjau pemikiran-pemikiran tersebut. Dari hasil bedah tulisan-tulisan Karl Barth dapat disimpulkan bahwa agama harus-nya berisikan kebenaran dan kebenaran itu hanya ada dalam Yesus Kristus sebagaimana dikatakan kitab suci. Oleh karenanya, hubungan manusia yang berpusatkan kepada Yesus Kristus yang merupakan penyataan Allah yang khusus bagi manusia merupakan bagian yang sangat penting untuk manusia jadikan sebagai kepercayaan. Oleh karenanya menurut Karl Barth. Agama Kristen adalah agama yang benar.</p> 2026-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Teologi Rahmat